Hikmah Ramadhan: Rahmat, Maghfirah, dan Pembebasan dari Neraka

Bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga fase utama, yakni 10 hari pertama yang dipenuhi rahmat; 10 hari kedua adalah maghfirah atau ampunan; dan 10 hari terakhir adalah penyucian atau pembebasan dari api neraka.

Memaksimalkan ibadah di setiap fase adalah keniscayaan, karena masing-masing fase menawarkan keistimewaan tersendiri.

Menjaga konsistensi dan menghindari maksiat selama Ramadhan adalah kunci untuk mempertahankan semangat ibadah dan nikmat Allah.

MARHB– Ramadhan adalah bulan suci umat Islam yang di dalamnya penuh dengan keistimewaan. Di dalamnya segala kebaikan berkelindan, pahala ibadah dilipatgandakan dan berbagai keistimewaan yang tidak ada di bulan lainnya.

Seksi Bidang Ibadah MARHB, Ahmad Mujib Zain, menuturkan Bulan Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian utama, masing-masing dengan keistimewaan tersendiri. Pada 10 hari pertama, Allah melimpahkan rahmat-Nya.

Pada fase ini, proses ibadah yan dijalani umat Islam terasa ringan dan menyenangkan. Masyarakat muslim berbondong-bondong melaksanakan ibdah Salat Tarawih; membaca Al-Qur’an; dan berpuasa.

“Ini adalah waktu untuk merasakan manisnya ibadah.”

Pada 10 hari kedua, lanjut Mujib, adalah periode pengampunan. Kesempatan bagi umat Islam untuk memohon ampunan, setelah satu tahun berlalu. Memohon ampunan atas segala dosa dan kemaksiatan yang mungkin telah diperbuat.

Di bagian terakhir, Mujib menyebutnya sebagai puncak Ramadhan. Di 10 terakhir bulan Ramadhan ini, Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Bahwa tujuan utama beribadah sepanjang hidup adalah untuk mendapatkan keselamatan di dunia maupun di Akhirat.

“10 hari terakhir Ramadhan memberikan peluang besar ini.”

Baca juga: Awal Ramadhan di MARHB, Jamaah Meningkat dan Paket Takjil Bertambah

Pada prosesnya, Ketua Bidang Fatwa MUI Kota Batam ini mengajak masyarakat untuk menjaga semangat beribadah. Mempertahankan spiritualitas yang telah meningkat di awal Ramadhan.

Selain menjaga konsistensi ibadah, Mujib mengingatkan untuk menghindari kemaksiatan. Berusaha terhindar dari melakukan kemaksiatan adalah cara mempertahankan nikmat dan rahmat Allah.

“Umat muslim harus berusaha keras meninggalkan kemaksiatan.”

Sebagai penutup, Mujib berharap Ramadhan akan membuat umat muslim menjadi pribadi yang lebih baik, dengan ibadah yang semakin meningkat di setiap fase bulan suci ini, serta mampu menjauhi kemaksiatan agar nikmat Allah senantiasa terjaga.

Scroll to Top