Jejak Pengabdian Imam dan Muazin Masjid Agung Raja Hamidah Batam

HM Alwi Husein. Ia tercatat sebagai imam sejak tahun 2000 hingga 2020.

MARHB– Sejak resmi dibuka pada awal tahun 2000, Masjid Agung Raja Hamidah Batam (MARHB) menyimpan jejak pengabdian para imam dan muazin yang selama puluhan tahun menghidupkan syiar Islam. Mereka memimpin salat berjamaah, serta mengumandangkan azan dari masjid yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Batam.

Sejak awal tahun 2000, Masjid Agung Raja Hamidah Batam yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Raya Batam, telah menjadi pusat aktivitas keagamaan umat Islam di Kota Batam. Dalam perjalanannya, sejumlah imam dan muazin silih berganti mengemban amanah untuk melayani jamaah dan menjaga denyut kehidupan masjid.

Imam dan pengabdiannya
Salah satu nama yang paling lama mengabdi adalah HM Alwi Husein. Ia tercatat sebagai imam sejak tahun 2000 hingga 2020. Selama dua dekade, HM Alwi Husein menjadi sosok yang akrab di tengah jamaah dan turut menyaksikan berbagai fase perkembangan masjid, mulai dari masa pengelolaan Otorita Batam hingga peralihannya menjadi aset Pemerintah Kota Batam. Sampai akhir hayatnya.

Bersama HM Alwi Husein, terdapat pula Ridha Amir yang menjalankan tugas sebagai imam sejak tahun 2000 hingga 2024. Lebih dari dua puluh tahun pengabdiannya menjadikan Ridha Amir sebagai salah satu figur penting dalam kehidupan keagamaan Masjid Agung Raja Hamidah Batam.

Nama lain yang hingga kini masih aktif mengemban amanah sebagai imam adalah H Muslim Ahmad. Sejak tahun 2005, ia terus melayani jamaah dan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan syiar Islam.

Regenerasi imam kemudian berlanjut dengan hadirnya Muhammad Hasyim, yang bertugas sebagai imam pada periode 2020–2023, serta M Yunus yang mengabdi pada periode 2021–2025.

Memasuki era terbaru, estafet kepemimpinan imam diteruskan oleh Jefry AR dan Zakaria, yang mulai bertugas pada tahun 2025 dan hingga kini masih aktif melayani jamaah.

Penjaga Waktu dan Panggilan Ibadah
Selain imam, keberadaan muazin memiliki peran yang tak kalah penting. Melalui lantunan azan yang menggema setiap hari, para muazin menjadi pengingat sekaligus penyeru umat untuk menunaikan salat berjamaah.

Baca juga: Jadi Ikon Wisata Religi Kota Batam, MARHB sediakan Banyak Program

Salah satu muazin senior adalah Abdul Basir Amin, yang mengabdi sejak tahun 2000 hingga 2018. Selama hampir dua dekade, suaranya menjadi bagian dari keseharian jamaah Masjid Agung Raja Hamidah Batam.

Pada periode awal yang sama, terdapat pula Syahrizal yang bertugas sebagai muazin dari tahun 2000 hingga 2002.

Nama Muhammad Hasyim juga tercatat pernah menjalankan amanah sebagai muazin pada periode 2005 hingga 2020, sebelum kemudian dipercaya menjadi imam masjid.

Generasi berikutnya diisi oleh Rasyid Ridho yang bertugas sejak 2015 hingga 2026, serta Ismatullah Tahkit yang mengabdi pada periode 2016 hingga 2018.

Saat ini, tugas muazin dijalankan oleh Baihaqi Alghazali yang mulai bertugas sejak tahun 2019, Sony Faisal Sibandri sejak 2021, dan Habibul Fatihin sejak tahun 2025.

Dedikasi para imam dan muazin membersamai perjalanan Masjid Agung Raja Hamidah Batam. Mereka adalah bagian dari sejarah hidup masjid, yang setiap hari menjaga keberlangsungan ibadah, membimbing jamaah, dan menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.

Dari generasi ke generasi, pengabdian para imam dan muazin tersebut menjadi warisan berharga yang terus memperkuat posisi Masjid Agung Raja Hamidah Batam sebagai pusat dakwah, pendidikan Islam, dan ikon religi Kota Batam.

Scroll to Top