Iman, Ibadah, dan Pelayanan Jamaah jadi Kunci Kemakmuran Masjid

Kegiatan Subuh Berjamaah di Masjid Agung Raja Hamidah Kota Batam. Foto: MARHB.

MARHB— Orientasi utama orang yang memakmurkan masjid harus berlandaskan iman kepada Allah dan hari akhir. Prinsip iman kepada Allah dan hari akhir ini menjadi dasar bagi setiap pengurus masjid dalam menjalankan amanah pelayanan umat.

Niat berkhidmat mengurus masjid, kata Ketua MUI Kota Batam, Lukman Rifai, saat mengisi kajian di Masjid Agung Raja Hamidah Batam (MARHB) pada Minggu (14/6/2026) seusai Salat Subuh, tidak cukup hanya sebatas semangat organisasi. Pengabdian itu harus bertumpu pada keimanan yang kokoh kepada Allah dan keyakinan akan pertanggungjawaban di hari akhir.

Selanjutnya, kata dia, pengurus masjid juga harus berkomitmen untuk menjaga ibadah solat berjamaah di masjid. Secara kontekstual, orang yang memakmurkan masjid adalah simbol kuat hubungan seorang hamba dengan Allah.

“Naif kalau ingin mengurusi masjid tetapi tidak istiqamah salat di masjid,” ujarnya.

Selain menjaga salat berjamaah, pengurus masjid juga dituntut menjadi teladan dalam menunaikan zakat. Kewajiban ini dipandang sebagai simbol hubungan manusia dengan sesama. Pengurus masjid diingatkan untuk memandang jamaah yang datang sebagai tamu Allah. Karena itu, melayani jamaah bukan sekadar tugas administratif, melainkan sebuah kemuliaan dan bentuk ibadah.

“Pengurus masjid harus melayani jamaah dengan penuh hormat, karena mereka adalah tamunya Allah,” tambahnya.

Prinsip lain yang ditekankan adalah tidak takut kecuali kepada Allah semata. Pengurus masjid yang baik diharapkan tidak menjadikan tekanan sosial, kepentingan kelompok, atau popularitas sebagai orientasi utama.

Baca juga: Jejak Pengabdian Imam dan Muazin Masjid Agung Raja Hamidah Batam

Empat Fungsi Utama Masjid
Lukman menjelaskan, agar masjid benar-benar makmur dan hidup, setidaknya ada empat fungsi yang harus dijalankan secara seimbang. Di antaranya:

  1. Fungsi Dakwah dan Peningkatan Iman
    Masjid harus menjadi tempat yang mengantarkan umat untuk meningkatkan keimanan kepada Allah dan hari akhir. Kegiatan dakwah, kajian, dan pembinaan akhlak menjadi bagian penting dari fungsi ini.
  2. Fungsi Ibadah
    Masjid adalah tempat sujud dan pusat ibadah umat Islam. Karena itu, pelaksanaan salat wajib maupun sunah harus dijaga kualitas dan ketepatan waktunya. Azan menjadi isyarat penting yang membimbing jamaah untuk segera memenuhi panggilan ibadah.
  3. Fungsi Muamalah atau Sosial
    Masjid tidak hanya mengurusi ritual, tetapi juga kesejahteraan jamaah. Bentuknya dapat berupa pengelolaan lembaga amil zakat, penyembelihan hewan kurban, santunan sosial, hingga pemberdayaan UMKM jamaah. “Memakmurkan masjid juga berarti memakmurkan jamaahnya,” tegas pembicara.
  4. Fungsi Pendidikan dan Pembentukan Mental Tauhid
    Masjid harus menghadirkan ruang pendidikan yang membuat jamaah semakin takut dan tunduk hanya kepada Allah. Contoh yang disebut adalah Masjid Istiqlal di Jakarta yang telah memiliki sekolah untuk melayani kebutuhan pendidikan jamaah.
Ketua MUI Kota Batam, Lukman Rifai, saat mengisi kajian di Masjid Agung Raja Hamidah Batam (MARHB) pada Minggu (14/6/2026) seusai Salat Subuh. Foto: MARHB.

Konsep memakmurkan masjid pada akhirnya bukan hanya soal bangunan yang ramai, tetapi tentang menghadirkan masjid sebagai pusat peradaban umat: tempat ibadah, pendidikan, pelayanan sosial, dan penguatan iman berlangsung secara terpadu.

Dengan landasan iman kepada Allah dan hari akhir, pengurus masjid diharapkan mampu membangun suasana pelayanan yang tulus, konsisten dalam ibadah, serta aktif memberdayakan jamaah dan masyarakat sekitar.

Scroll to Top